ADVERTISEMENT
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran

 




              Doc/ kemacetan di jl Buaran jati di Jam sibuk Kerja 



KAB,TANGERANG - Bantentodays.com - Kamis (27/08/2026) , Proyek pembangunan dan perbaikan Jalan Raya Mauk yang melintasi Desa Buaran Jati, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, justru menuai gelombang keluhan dari masyarakat dan para pengguna jalan. Pasalnya, ruas jalan yang dinilai masih mulus, kuat, dan layak pakai malah dibongkar total, sementara pengerjaannya berjalan lambat tanpa kelengkapan standar  membuat banyak pihak menilai proyek ini sama sekali tidak tepat sasaran.

 

Sejak pengerjaan dimulai awal Agustus 2026, jalan yang menjadi urat nadi penghubung Kecamatan Sukadiri hingga Mauk ini berubah menjadi kawasan sempit, berdebu, dan rawan kemacetan panjang setiap harinya. Padahal, sebelumnya jalan beton bertulang setebal 25 sentimeter ini dikenal sebagai ruas percontohan Betonisasi yang masih sangat layak dilalui.

 

Jalan yang Masih Bagus Dibongkar, Warga Bingung

 

Banyak pengguna jalan mengaku heran melihat jalan yang masih dalam kondisi baik justru dihancurkan. Tidak ada sosialisasi sebelumnya, tidak ada papan informasi proyek yang menjelaskan alasan teknis pembongkaran, sehingga muncul anggapan bahwa proyek ini hanya sekadar menghabiskan anggaran tanpa kebutuhan mendesak.

 

“Jujur saya keberatan sekali. Jalan ini masih dalam kondisi baik , permukaannya masih rata, belum ada retakan parah, belum ada lubang yang berbahaya. Kenapa harus dibongkar habis-habisan? Rasanya proyek ini tidak tepat sasaran sama sekali yang rusak tidak diperbaiki, yang bagus malah diutak-atik,” ungkap Ismail, pengendara yang setiap hari melintas dari arah Mauk.

 

Keluhan serupa disampaikan warga yang  ber Inisal S, pedagang Makanan yang berjualan di pinggir jalan tersebut. “Sejak jalan dibongkar, pembeli makin sedikit. Debunya ke mana-mana, barang dagangan jadi berdebu, pembeli malas datang. Padahal jalan lama masih enak dilalui. Kalau memang harus dibangun, harusnya yang benar-benar sudah rusak parah, bukan yang masih bagus begini,” keluhnya.

 

Kemacetan Parah dan Gangguan Harian Makin Menumpuk

 

Akibat pengerjaan yang memakan separuh badan jalan, arus lalu lintas kerap terhenti berjam-jam. Terutama saat jam berangkat dan pulang kerja, antrean kendaraan dapat membentang hingga berkilometer. Belum lagi tidak adanya rambu pengarah, petugas pengatur lalu lintas, maupun penerangan di malam hari yang membuat situasi semakin kacau dan berbahaya.

 

“Pagi hari saya harus berangkat satu jam lebih awal agar tidak terlambat bekerja. Padahal biasanya hanya butuh 45 menit lewat sini, sekarang bisa sampai satu jam lebih. Ini sangat merugikan kami yang bekerja harian,” kata Rizal, pekerja harian. Warga Mauk yang setiap hari lewat.

 

“Belum lagi ini  kalau sampai hujan turun, jalan jadi berlumpur dan licin. Banyak pengendara motor bisa terpeleset. Di mana manfaatnya kalau malah merugikan dan membahayakan warga? tambahnya.

 

 Masyarakat Setempat: Prioritas Pembangunan Harus Jelas

 

Perwakilan Masyarakat setempat Desa Buaran Jati, Agus, menyatakan ketidak mengertiannya atas kebijakan pembongkaran tersebut. Menurutnya, masih banyak ruas jalan lain di wilayah Kecamatan Sukadiri hingga Mauk yang kondisinya rusak parah, berlubang dalam, dan benar-benar membutuhkan penanganan mendesak  namun justru diabaikan.

 

“Kalau memang ada anggaran untuk perbaikan jalan, mengapa tidak dialihkan ke ruas jalan yang kondisi nya sudah rusak parah dan membahayakan? Kenapa harus jalan yang masih kuat dan bagus ini yang dijadikan sasaran? Ini yang kami sebut tidak tepat sasaran , yang butuh diperbaiki tidak disentuh, yang masih bagus malah dibongkar. Kami minta Dinas Bina Marga dan sumber daya air ,  menjelaskan secara terbuka alasan teknisnya, agar tidak terus menimbulkan keraguan di tengah masyarakat.

 

Selain itu, warga juga mempertanyakan ke mana perginya bongkaran beton jalan lama yang tebalnya mencapai 25 sentimeter tersebut. Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penanganan atau pengangkutan material sisa pembongkaran itu.

 

Warga Minta Evaluasi dan Penjelasan Terbuka

 

Menumpuknya keluhan membuat masyarakat bersama para pengguna jalan meminta pihak berwenang melakukan langkah berikut:

 

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang segera menjelaskan alasan teknis pembongkaran jalan yang masih layak pakai serta menampilkan data kondisi jalan sebelum proyek.


 Jika tidak ada kerusakan mendesak, proyek dievaluasi kembali agar tidak membuang anggaran negara dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Pasang papan informasi lengkap serta rambu keselamatan, dan siapkan petugas pengatur lalu lintas selama pengerjaan.

 Jelaskan ke mana perginya bongkaran beton jalan lama secara transparan.

 

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya minta pembangunan itu tepat sasaran di tempat yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar proyek yang merugikan masyarakat tanpa kejelasan manfaatnya,” tegas Agus.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Bina Marga Kabupaten Tangerang maupun kontraktor pelaksana terkait keluhan yang berkembang di masyarakat.

 ( Dyt )

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran
  • Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran
  • Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran
  • Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran
  • Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran
  • Jalan Raya Mauk: Masih Kokoh Tetap Dibongkar, Pengguna Jalan Keluhkan Proyek Tak Tepat Sasaran