ADVERTISEMENT
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja

 

             Fhoto Aiptu Syafei panit intelkam polsek mauk / mentor poliran 


KAB,TANGERANG - Bantentodays.com -- Di tengah kesibukan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Markas Polsek Mauk, Kabupaten Tangerang, kini menyimpan pemandangan yang tak biasa. Di sudut belakang lahan markas yang luas, terdengar riuh suara unggas setiap harinya. Bukan sekadar suara, melainkan tanda adanya sebuah kegiatan produktif yang tumbuh dan memberi harapan baru bagi warga sekitar.

 

Kegiatan ini lahir dari gagasan Aiptu Muhamad Syafei, Panit Intelkam Polsek Mauk sekaligus pelaksana sekaligus mentor Program Poliran — Polisi Peduli Pengangguran, sebuah inisiatif unggulan Polda Banten yang tidak hanya bergerak di bidang keamanan, tetapi juga turut mengurangi angka pengangguran serta memperkuat ketahanan pangan di tengah masyarakat.

 

Dari Lahan Kurang Tergarap Menjadi Sentra Peternakan

 

Lahan milik Polsek Mauk yang membentang seluas kurang lebih 5.000 meter persegi sebagian besar masih berupa tanah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Melihat potensi tersebut, Aiptu Syafei berinisiatif mengubah bagian yang semula sepi dan kurang tergarap menjadi tempat yang penuh kehidupan , sebuah sentra penggemukan bebek yang tertata rapi dan siap berkembang.

 

“Kami melihat ada potensi yang belum dimanfaatkan di lingkungan sendiri. Daripada dibiarkan begitu saja, lebih baik diberdayakan agar bermanfaat, sekaligus menjadi contoh bahwa kehadiran kepolisian bukan hanya saat ada masalah, tapi juga dalam membangun kesejahteraan bersama,” ungkap Aiptu Syafei saat ditemui di lokasi kandang, Rabu, 19 Agustus 2026.

 

Dua Pemuda Sekitar Kini Punya Pekerjaan dan Keterampilan

 

Salah satu hal yang menjadi jiwa dari program Poliran di Polsek Mauk ini adalah pemberdayaan manusia. Aiptu Syafei secara khusus mencari dan merangkul dua orang pemuda warga sekitar yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk ikut terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan ini.

 







                      Fhoto Aiptu Syafei bersama dua pemuda tidak bekerja


Keduanya kini bertugas mengurus pemberian pakan, pembersihan kandang, pemantauan kesehatan ternak, hingga pencatatan harian. Bukan sekadar disuruh bekerja, mereka juga dibimbing dan dilatih langsung selangkah demi selangkah sehingga perlahan menguasai keterampilan teknis di bidang peternakan unggas.

 

“Kami melihat ada anak-anak muda sekitar sini yang belum memiliki pekerjaan pasti. Mereka kami rekrut untuk menjadi ‘anak buah kandang’ dan membantu operasional sehari-hari. Jadi program ini tak hanya soal pangan, tapi juga pemberdayaan. Agar mereka memiliki aktivitas yang bermanfaat, mendapatkan penghasilan, dan sekaligus memiliki keahlian yang bisa menjadi bekal masa depan,” jelas Aiptu Muhamad Syafei dengan tulus.

 

Fase Penggemukan Dulu, Siap Produksi Bibit Secara Mandiri

 

Saat ini, pada tahap awal pengembangan, kegiatan difokuskan pada fase penggemukan bebek  memelihara hingga mencapai bobot yang siap panen. Langkah ini dipilih agar bisa segera menghasilkan manfaat sekaligus mengumpulkan pengalaman dalam manajemen pemeliharaan.

 

Namun rencana ke depan sudah disusun matang. Aiptu Syafei menargetkan setelah berjalan stabil, peternakan ini akan mulai membudidayakan dan memproduksi bibit bebek secara mandiri. Dengan begitu, ketersediaan bibit bisa terjamin, biaya dapat ditekan, dan nantinya bibit tersebut juga bisa disalurkan kepada warga yang ingin ikut beternak.

 

“Kami ingin berdiri di atas kaki sendiri. Kalau bibit sudah bisa kami hasilkan sendiri, maka langkah kami ke depan akan semakin kuat dan luas jangkauannya,” tambahnya.

 

Kerja Sama Strategis Jaga Kualitas dan Tekan Biaya

 

Agar pertumbuhan bebek optimal dan kualitasnya terjamin tanpa membebani anggaran, pihaknya menjalin kerja sama strategis dengan penyedia pakan ternak yang berpengalaman dan terpercaya. Mitra tersebut berasal dari Purwakarta, yang dikenal memiliki reputasi baik dalam industri pakan ternak di wilayah Jawa Barat dan Banten.

 

Kerja sama ini menjadi kunci agar ternak tumbuh sehat, biaya produksi tetap terkendali, dan hasil akhirnya dapat dinikmati dengan harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat.

 

Dukungan Penuh Pimpinan , Langkah Nyata Program Kapolda Banten

 

Kapolsek Mauk, AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd., menyambut baik dan memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif yang lahir dari bawah ini. Baginya, peternakan bebek di lingkungan markas bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan bukti pelaksanaan langsung arahan Bapak Kapolda Banten untuk hadir menyelesaikan masalah sosial-ekonomi di tengah masyarakat.

 

“Dengan adanya anggota kami melakukan kegiatan Poliran berupa membuat kandang bebek, menurut saya itu adalah implementasi nyata dari program Bapak Kapolda. Namun pelaksanaannya harus benar-benar dilaksanakan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat , bukan sekadar ada, tapi harus memberi dampak yang dirasakan,” tegas AKP I Nyoman Nariana.

 

Lebih jauh, Kapolsek Mauk membayangkan program ini tidak berhenti pada satu jenis hewan ternak saja. Ia berharap ke depannya dapat terus berkembang dan memperluas jenis usaha peternakan.

 

“Momentumnya juga mendukung. Tak lama lagi akan mendekati Hari Raya Iduladha, sehingga langkah selanjutnya yang sangat mungkin dikembangkan adalah penggemukan kambing. Dengan begitu, manfaatnya semakin luas, perekonomian warga semakin bergerak, dan kehadiran Polsek Mauk semakin terasa di hati masyarakatnya,” harapnya.

 

Simbiosis yang Membawa Semangat Baru

 

Program Poliran di Polsek Mauk ini perlahan membentuk pola hubungan yang harmonis antara institusi kepolisian dan warga. Kehadiran dua pemuda yang kini bekerja di sana bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan menjadi jembatan yang membuat warga semakin merasa bahwa kepolisian benar-benar peduli dan berbagi.

 

Dari lahan yang semula tidur dan sepi, kini lahir harapan: bebek tumbuh, pemuda berkarya, masyarakat terbantu. Semangat inilah yang menjadikan Poliran bukan sekadar nama program, melainkan wujud nyata kepedulian yang menumbuhkan kemandirian , satu kandang, satu langkah, untuk masa depan yang lebih baik bersama.


( Hidayat ) 

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja
  • PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja
  • PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja
  • PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja
  • PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja
  • PROGRAM POLIRAN: Aiptu Syafei Ubah Lahan Tidur Polsek Mauk Jadi Sentra Pembesaran Bebek, Rekrut Dua Pemuda Tanpa Kerja