ADVERTISEMENT
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis

 

 

TANGERANG - Bantentodays.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang maupun Kota Tangerang, berlaku pada Dasarian II September 2026, yakni periode 11 hingga 20 September 2026.

 

Berdasarkan data yang dirilis, sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang masuk dalam kategori Awas: Balaraja, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, dan Sepatan. Kecamatan Teluknaga berada pada kategori Siaga, sedangkan Kresek, Legok, Sindang Jaya, Sukadiri, dan Sukamulya masuk kategori Waspada.

 

Di Kota Tangerang, Kecamatan Benda dan Tangerang ditetapkan berstatus Awas, sementara Batuceper, Cipondoh, dan Karang Tengah masuk kategori Siaga. Status kekeringan ditetapkan berdasarkan pemantauan masing-masing kecamatan, sehingga tidak ada satu wilayah utara yang masuk kategori seragam.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat kondisi jauh lebih luas. Dari total 29 kecamatan, sebanyak 25 kecamatan dinyatakan berstatus Awas bencana kekeringan akibat dampak kemarau ekstrem tahun 2026.

 

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyampaikan penetapan status tersebut didasari potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) yang berpotensi berlangsung hingga 60 hari dengan curah hujan yang sangat rendah.

 

"Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, total saat ini ada 25 kecamatan itu enggak ada hujan. Sejak dibuat prakiraan oleh BMKG, harapan secepatnya [hujan turun] selesai saja," ujar Taufik, Selasa (15/09/2026).

 

Status kebencanaan ini berlaku bersamaan dengan peringatan dini BMKG periode 11–20 September 2026. 25 kecamatan yang masuk status Awas meliputi: Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga, dan Tigaraksa.

 

"Hampir seluruhnya itu. Karena ada hujan pun hanya gerimis, paling sekitaran Tigaraksa. Tapi kan itu yang terbanyak jumlah kekeringan," jelasnya.

 

Kekeringan yang terjadi sejak 1 Juli hingga 12 September 2026 telah berdampak luas. Tercatat 73 desa/kelurahan dari 25 kecamatan terdampak, dengan jumlah warga mencapai 62.076 jiwa dari 23.430 Kepala Keluarga.

 

Kondisi serupa sebelumnya sudah dirasakan warga Desa Kosambi Dalam, Kecamatan Mekar Baru, yang terpaksa antre air bersih dari PMI akibat ketersediaan air yang menipis pada Kamis, 23 Juli 2026 lalu.


Untuk meringankan beban warga, BPBD telah mendistribusikan air bersih sebanyak 330 kali pengiriman ke 178 titik terdampak. Penanganan ini melibatkan berbagai pihak: PDAM, PMI, hingga pihak swasta.

 

"Untuk kebakaran dan suplai air itu seluruhnya bisa kita layani bersama. Apabila kekeringan ini terus-menerus kemudian meluas, baru kita akan tetapkan status Siaga Bencana," tegas Taufik.


Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, menghemat penggunaan air bersih, dan mengantisipasi penurunan debit sumber air baku. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca guna menyusun langkah antisipatif lebih lanjut demi menjamin ketersediaan air bersih bagi warga.


( Hidayat ) 

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis
  • BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis
  • BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis
  • BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis
  • BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis
  • BMKG Keluarkan Peringatan: Tangerang Raya Waspada Potensi Kekeringan Meteorologis