Cisarua Menjadi Saksi: Kemah Kader dan Malam Keakraban PMII Perkuat Kebersamaan dan Gerakan
BOGOR - Bantentodays.com, - Minggu (20/09/2026) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Ahwalussyakhsiyyah Komisariat STISNU Nusantara Tangerang sukses menyelenggarakan Kemah Kader Rayon (KKR) sekaligus Malam Keakraban (Makrab) pada Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026, bertempat di kawasan Cisarua, Puncak, Bogor.
Mengusung tema “Menyatukan Gagasan, Menyusun Langkah, dan Menguatkan Gerakan”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi, refleksi, serta penguatan ikatan emosional antar kader dan anggota PMII Rayon Ahwalussyakhsiyyah.
Kegiatan dihadiri jajaran Pengurus Cabang PMII Kota Tangerang, Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom), Ketua Komisariat PMII STISNU Nusantara Tangerang, serta seluruh kader dan anggota PMII STISNU Nusantara Tangerang.
Lebih dari sekadar pertemuan luar ruang, KKR dan Makrab menjadi ruang untuk membangun kembali kesadaran kolektif para kader bahwa organisasi adalah wadah belajar, bertumbuh, berdialektika, dan mengabdi.
Kehadiran Serta Kesadaran Dalam Berorganisasi
Ketua Rayon Ahwalussyakhsiyyah PMII STISNU Nusantara Tangerang, Bunga Meylina Zumarnis, menyampaikan bahwa keberadaan kader dalam organisasi tidak cukup hanya ditandai dengan kehadiran, melainkan harus dibarengi kesadaran untuk saling menguatkan.
“Berorganisasi bukan hanya tentang bagaimana kita hadir dalam sebuah forum, tetapi bagaimana kita mampu tumbuh bersama, saling menguatkan, dan membangun pondasi yang kokoh dalam setiap prosesnya. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antarkader sekaligus mengingatkan kembali bahwa perjalanan organisasi membutuhkan kebersamaan, gagasan, dan komitmen yang kuat,” ujar Bunga.
Menurutnya, kaderisasi tidak selalu berlangsung di ruang-ruang formal. Interaksi, kebersamaan, diskusi, dan pengalaman yang dibangun bersama juga merupakan bagian penting dalam membentuk karakter kader.
Bukan Sekadar Acara Seremonial
Sementara itu, Muhammad Fiqri Fadilah, Sekretaris Umum Rayon Ahwalussyakhsiyyah PMII STISNU Nusantara Tangerang, menegaskan bahwa KKR dan Makrab bukan sekadar kegiatan seremonial yang selesai ketika acara berakhir.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial atau agenda untuk mengisi kalender organisasi. Lebih dari itu, KKR dan Makrab merupakan bentuk keseriusan kami dalam merawat organisasi dan membangun ruang kaderisasi yang hidup. Di sini kita belajar bahwa sebuah gerakan tidak lahir hanya dari banyaknya orang yang berkumpul, tetapi dari gagasan yang dipertemukan, langkah yang disusun bersama, dan komitmen yang terus dijaga,” ungkap Fiqri.
Ia menambahkan bahwa perjalanan organisasi membutuhkan pondasi yang kuat, terutama dalam membangun komunikasi dan rasa memiliki di antara kader dan anggota.
“Kami ingin setelah kegiatan ini selesai, yang tertinggal bukan hanya dokumentasi dan cerita tentang perjalanan ke Cisarua, tetapi juga tumbuhnya kesadaran baru bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan rayon dan organisasi. Sebab, organisasi akan terus berjalan apabila setiap kader merasa memiliki, bersedia mengambil peran, dan mau saling menguatkan dalam setiap prosesnya,” lanjutnya.
Apresiasi Serta Harapan untuk ke Depan
Fiqri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan, jajaran pengurus cabang PMII Kota Tangerang, Majelis Pembina Komisariat, Ketua Komisariat, serta seluruh kader dan anggota yang hadir dan memberikan dukungan. Kami juga memohon maaf apabila selama kegiatan terdapat kekurangan, baik dalam penyambutan, pelayanan, maupun hal-hal lain yang kurang berkenan,” tuturnya.
Ia berharap KKR dan Makrab menjadi awal dari proses yang lebih panjang dalam membangun soliditas dan arah gerakan Rayon Ahwalussyakhsiyyah.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial sesaat. Mudah-mudahan kebersamaan yang telah dibangun di Cisarua menjadi energi baru untuk kembali ke kampus, kembali ke komisariat, dan kembali ke ruang-ruang gerakan dengan semangat yang lebih kuat. Karena pada akhirnya, kebersamaan bukan hanya tentang berjalan bersama, tetapi tentang memastikan tidak ada satu pun dari kita yang berjalan sendirian dalam proses perjuangan,” pungkasnya.
Melalui KKR dan Makrab ini, PMII Rayon Ahwalussyakhsiyyah berupaya menjadikan kebersamaan sebagai bagian dari proses kaderisasi. Menyatukan gagasan bukan sekadar menyamakan pikiran, menyusun langkah bukan sekadar menentukan arah, dan menguatkan gerakan bukan sekadar memperbanyak barisan melainkan membangun kesadaran bahwa setiap kader memiliki peran dalam perjalanan organisasi.
Dari Cisarua, kebersamaan dirawat. Dari gagasan, langkah disusun. Dan dari langkah yang disatukan, gerakan diharapkan terus tumbuh dan memberikan makna.
(Dyt)

