ADVERTISEMENT
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,

 



KAB,TANGERANG - Bantentodays.com -  Masyarakat Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggelar tradisi sakral Ruatan Bumi pada Kamis (10/9/2026). Kegiatan sarat makna ini dilaksanakan sebagai wujud syukur sekaligus doa bersama agar wilayah senantiasa diberkahi, dijauhkan dari bencana, dan kesejahteraan warga terjaga.

 

Upacara yang berlangsung khidmat ini berpusat Di Tempat Pemakaman Umum ( TPU ) Jatiwaringin, dihadiri langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Mauk, Kasi Trantib Kecamatan Mauk , Kasi Pemberdayaan Kecamatan Mauk jajaran perangkat desa, BPD , LPM FKDM , tokoh adat, tokoh agama, serta ratusan warga setempat.

 

Susunan Acara Ruatan Bumi Desa Jatiwaringin

 

Kegiatan  yang Dimulai pada pukul 15:10 WIB  Warga Berkumpul , Dikediaman Tokoh Adat  Guru Bawi  , Serta Dilanjutkan Jalan bersama menuju TPU Jatiwaringin , lalu mengelilingi Lokasi makam sebanyak 3 kali dan ditutup dengan memanjatkan Hadiah Puji dan Doa bersama untuk mendoakan sanak sodara yang sudah Berpulang Lebih Dulu

 

  IDENTITAS TIDAK BOLEH HILANG

 

Kepala Desa Jatiwaringin Hasan Bahri atau yang akrab Disapa Lurah Baron menyampaikan bahwa Ruatan Bumi bukan sekadar upacara rutin, melainkan amanah leluhur yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman.

 

"Ruatan Bumi adalah napas kehidupan masyarakat kita. Di sini kita belajar menghormati alam, bersyukur atas hasil bumi, dan mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan. Selama tradisi ini hidup, kita tetap satu. Saya berpesan kepada seluruh warga, terutama pemuda , jagalah warisan ini, pelajari maknanya, dan lestarikan agar anak cucu kita kelak tetap mengenal siapa asal-usul mereka." Ucap Baron 

 

Dukungan Pemerintah Kecamatan

 

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Mauk H. Mahfud Kuzaeni, S.Ag., S.IP., M.Si       menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya tradisi ini. Ia menegaskan pelestarian budaya lokal adalah tanggung jawab bersama.

 

"Saya mewakili Pemerintah Kecamatan Mauk, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Desa Jatiwaringin menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga kearifan lokal. Tradisi seperti ini bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan fondasi yang memperkokoh persatuan dan jati diri masyarakat kita." ujar Sekcam Mauk.

 

Tokoh Adat: "Jaga Alam, Maka Alam Akan Menjaga Kita"

 

Tokoh Adat Desa Jatiwaringin Guru Bawi  , Amad Atel Dan Kang Mirta dalam penjelasannya mengingatkan makna mendalam dari setiap prosesi yang dilaksanakan.

 

"Ruatan Bumi mengajarkan kita dua hal sekaligus , memohon keselamatan dari Yang Maha Kuasa, sekaligus berjanji untuk merawat bumi yang kita pijak. Jangan sampai kita memohon perlindungan, tetapi sebaliknya merusak sungai, menebang pohon sembarangan, atau mengabaikan lingkungan. Kalau kita menjaga alam dengan baik, maka alam pun akan menjaga kita dan keturunan kita nanti. Itulah pesan utama yang dititipkan leluhur." Ujar Tokoh Adat Desa Jatiwaringin 

 


Acara Diakhiri dengan suasana hangat, warga saling berbagi makanan khas daerah dan bersilaturahmi . Harapannya, semangat kebersamaan yang terjalin pada Ruatan Bumi ini dapat terus terpelihara sepanjang tahun.


( Hidayat )

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,
  • Lestarikan Warisan Leluhur, Desa Jatiwaringin Adakan Ruatan Bumi,