Biadab! Sudah Diselingkuhi, Mantan TKW di Serang Disiksa dan Disundut Rokok oleh Suaminya
![]() |
| Dok: Poto Korban (ist) |
SERANG, Bantentodays.com – Nasib tragis menimpa Sri, seorang ibu rumah tangga di Serang, Banten. Niat hati ingin mempertahankan keutuhan rumah tangga demi masa depan anak-anak, Sri justru menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang sangat brutal oleh suaminya sendiri, Oman.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari (31/03/2026). Sri mengalami serangkaian penyiksaan fisik yang tidak manusiawi hanya karena menanyakan keberadaan sang suami.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kekerasan bermula saat Sri bertanya secara baik-baik kepada Oman mengenai alasannya berada di sebuah kontrakan dan siapa yang membawanya ke sana. Pertanyaan yang didasari rasa khawatir itu justru memicu amarah membabi buta dari Oman.
Tanpa ampun, Oman melakukan tindakan kekerasan bertubi-tubi kepada istrinya, Sri dipukul dan ditendang di berbagai bagian tubuh korban dijedotkan ke tembok berulang kali dan tega menyundut jari tangan dan kaki korban menggunakan puntung rokok yang menyala.
Tindakan Oman dinilai sangat biadab mengingat perjuangan Sri selama ini. Demi menopang ekonomi keluarga, Sri diketahui pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi.
Bahkan, meski mengetahui suaminya diduga pernah membawa wanita lain ke kosan, Sri tetap memilih bertahan. Ia enggan berpisah karena memikirkan nasib kedua buah hati mereka yang masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tua. Namun, kesabaran dan pengorbanan tersebut justru dibalas dengan ancaman dan kekerasan fisik yang berulang.
Budi, kakak kandung Sri, mengaku sudah habis kesabaran. Sebelumnya, pihak keluarga telah berkali-kali memperingatkan Oman, bahkan sempat melarang keduanya bersatu kembali jika tidak ada perubahan perilaku.
"Kami sudah sering memberi peringatan, tapi Sri selalu bertahan demi anak-anak. Sekarang sudah keterlaluan, ini bukan lagi masalah rumah tangga biasa, ini kriminal," tegas Budi.
Kini, pihak keluarga telah memutuskan untuk melaporkan kasus ke pihak kepolisian. Dan melakukan Visum sebagai bukti medis atas luka-luka dan bekas sundutan rokok yang diderita Sri.
Kasus yang menimpa Sri menjadi pengingat keras bagi masyarakat Banten mengenai pentingnya perlindungan hukum bagi korban KDRT. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi dilakukan di dalam lingkungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus memantau perkembangan laporan kepolisian dan kondisi terkini korban. Masyarakat diimbau untuk lebih peka dan berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungan sekitar.
Reporter: Buhari
Editor: Redaksi Bantentodays.com


Posting Komentar